Informasi Umum
Studi ilmiah terbaru menunjukkan bahwa pasangan yang mapan secara finansial sebelum menikah lebih bahagia, lebih sedikit konflik, dan memiliki risiko perceraian lebih rendah.
| By | ||
|
Editor in Chief |
Wednesday, 17 September 2025
Menikah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup seseorang. Tak hanya tentang cinta, tetapi juga tentang kesiapan finansial. Apakah benar “mapan dulu baru menikah” bukan sekadar pepatah? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi pasangan sebelum menikah memengaruhi kualitas hubungan mereka secara signifikan.
Penelitian oleh Amato, P. R., & James, S. (2021) yang berjudul “Economic Resources and Marital Quality: Evidence from Longitudinal Studies” mengkaji bagaimana sumber daya ekonomi memengaruhi kualitas pernikahan. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif longitudinal, artinya mereka mengikuti pasangan yang sama selama beberapa tahun untuk melihat tren dan hubungan sebab-akibat antara kondisi finansial dan kualitas hubungan.
Hasilnya sangat menarik:
Pasangan dengan penghasilan stabil mengalami konflik rumah tangga yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang penghasilannya tidak menentu.
65% pasangan dengan penghasilan tidak stabil melaporkan sering bertengkar soal uang.
Sementara itu, hanya 25% pasangan dengan penghasilan stabil mengalami konflik serupa.
Tabungan dan aset juga memengaruhi risiko perceraian. Pasangan yang memiliki tabungan signifikan memiliki kemungkinan bercerai hanya 18%, sedangkan pasangan tanpa tabungan atau tabungan minim berisiko 40%.
Stabilitas pekerjaan meningkatkan kepuasan pernikahan. Pasangan dengan pekerjaan stabil melaporkan kepuasan hubungan sebesar 70%, jauh lebih tinggi dibandingkan pasangan dengan pekerjaan tidak stabil (45%).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stabilitas finansial bukan tentang kemewahan, tetapi soal mengurangi stres dan konflik dalam rumah tangga. Beberapa poin pentingnya:
Mengurangi konflik uang
Ketika pasangan tidak khawatir tentang kebutuhan dasar, pertengkaran soal uang otomatis berkurang.
Menjadi lebih mandiri secara finansial
Tidak bergantung sepenuhnya pada pasangan membuat hubungan lebih seimbang dan sehat.
Meningkatkan kepuasan hubungan
Pasangan yang mapan secara finansial cenderung lebih puas karena mereka bisa fokus pada komunikasi, cinta, dan pertumbuhan bersama, bukan stres ekonomi.
Studi Amato & James menegaskan bahwa “mapan dulu” bukan sekadar pepatah lama. Stabilitas ekonomi sebelum menikah—meliputi penghasilan, tabungan, dan pekerjaan—mempengaruhi kualitas pernikahan secara nyata. Pasangan yang mapan lebih bahagia, lebih sedikit konflik, dan risiko perceraian lebih rendah.
Jadi, sebelum melangkah ke pelaminan, penting untuk menata keuangan, menyiapkan tabungan, dan memastikan stabilitas pekerjaan. Dengan pondasi finansial yang kuat, rumah tangga lebih siap menghadapi tantangan dan membangun kebahagiaan jangka panjang.
Sumber:
Amato, P. R., & James, S. (2021). Economic Resources and Marital Quality: Evidence from Longitudinal Studies. Journal of Family and Economic Issues, 42(1), 45–63.
Thursday, 30 September 2021
Wednesday, 28 December 2022
Wednesday, 29 September 2021
Thursday, 29 December 2022
Tuesday, 03 June 2025
Tuesday, 12 April 2022
Wednesday, 15 January 2025
Friday, 01 July 2022
Wednesday, 13 April 2022
Sunday, 08 January 2023
Tuesday, 27 September 2022
Friday, 01 July 2022